Jumat, 1 April 2011 merupakan hari pertama pelaksanaan Asian Youth Day 2011 yang diisi dengan acara Aktifitas Sosial yaitu penanaman pohon trembesi, donor darah, pelepasan tukik atau penyu kecil, dan penanaman terumbu karang. Seperti apa sih kegiatan-kegiatan tersebut? Berikut ini laporannya.
Penanaman Pohon Trembesi
Kegitatan ini dilakukan untuk mendukung program pemerintah yang telah dicanangkan oleh Presiden Republik Indonesia Bapak Soesilo Bambang Yudhoyono yaitu ONE MAN ONE TREE. Kegiatan ini dilakukan di area Cibubur dengan melibatkan banyak peserta dari sembilan negara yang mengikuti acara penanaman pohon ini. Diharapkan penanaman pohon ini dapat mengganti area hutan yang gundul akibat praktik illegal logging.
Ki hujan, pohon hujan, atau trembesi (Albizia saman ), sinonim Samanea saman merupakan tumbuhan pohon besar, tinggi, dengan tajuk yang sangat melebar. Tumbuhan ini pernah populer sebagai tumbuhan peneduh. Pohon ini mempunyai beberapa julukan nama seperti Saman, Pohon Hujan dan Monkey Pod, dan ditempatkan dalam genus Albizia. Perakarannya yang sangat meluas membuatnya kurang populer karena dapat merusak jalan dan bangunan di sekitarnya. Namanya berasal dari air yang sering menetes dari tajuknya karena kemampuannya menyerap air tanah yang kuat serta kotoran dari tonggeret yang tinggal di pohon.
Albizia Saman adalah spesies pohon berbunga dalam keluarga kacang polong. Tumbuhan ini berasal dari Amerika tropik namun sekarang tersebar di seluruh daerah tropika. Di beberapa tempat bahkan dianggap mengganggu karena tajuknya menghambat tumbuhan lain untuk berkembang.
Dimulai dengan pembukaan dan doa pada jam 9.00, peserta dibagi menjadi kelompok-kelompok kecil, dan setiap kelompok kecil ini dibekali dengan peralatan tanam pohon seperti cangkul dan sekop.
Dari lokasi perkemahan kelompok-kelompok ini dibawa ke lokasi penanaman sambil membawa bibit pohon trembesi. Pohon yang ditanam dipilih yang tinggi 1 meter, agar kemungkinan untuk hidup dan berkembangnya lebih bagus. Priester Wahyono adalah yang bertanggung jawab dengan program ini, memulai acara ini dengan foto bersama. Kemudian para peserta mulai menggali tanah yang telah lunak, akibat hujan yang turun sehari sebelumnya. Pohon yang ditanam sebanyak 200 bibit pohon, yang mana bibit ini disumbang oleh Exxon Mobil Indonesia. Peserta sangat bersukacita dengan acara penanaman pohon trembesi ini.
Donor Darah
Donor darah adalah proses dimana penyumbang darah secara suka rela diambil darahnya untuk disimpan di bank darah, dan sewaktu-waktu dapat dipakai pada transfusi darah.
Donor darah biasanya dilakukan secara rutin di pusat donor darah lokal. Dan setiap beberapa waktu, akan dilakukan acara donor darah di tempat-tempat keramaian, misalnya di pusat berbelanja, kantor perusahaan besar, tempat ibadah, serta sekolah dan universitas. Pada acara ini, kami memanggil Palang Merah Indonesia ke lokasi perkemahan di Cibubur dan para calon pendonor dapat menyempatkan datang dan menyumbang tanpa harus pergi jauh atau dengan perjanjian. Kebutuhan kantong darah di Palang Merah Indonesia mencapai 3.000 – 4.000 kantong darah per bulan. Oleh karena itu remaja yang mengikuti Asian Youth Day sangat peduli dengan masalah ini.
“Kita buat acara lebih nyata dan tidak sekadar omong kosong dan comment di wall Facebook. Ini aksi donor darah sekaligus ajang pertemuan para remaja dari seluruh Asia Tenggara,” komentar seorang panitia. Acara ini diikuti oleh para remaja dan panitia yang mau menyumbangkan darahnya.
Pelepasan TUKIK atau penyu kecil
Dalam laporan Conservation International (CI) yang diumumkan pada simposium tahunan ke-24 mengenai usaha pelestarian penyu di Kosta Rika disebutkan, populasi penyu belimbing turun dari sekitar 115.000 ekor betina dewasa menjadi kurang dari 3.000 ekor sejak tahun 1982. Penyu belimbing telah mengalami penurunan 97% dalam waktu 22 tahun terakhir. Selain itu, lima spesies penyu juga beresiko punah, meski tidak dalam jangka waktu yang singkat seperti penyu belimbing.
Hampir semua jenis penyu termasuk ke dalam daftar hewan yang dilindungi oleh undang-undang nasional maupun internasional karena dikhawatirkan akan punah disebabkan oleh jumlahnya yang makin sedikit. Di samping penyu belimbing, dua spesies lain, penyu Kemp’s Ridley dan penyu sisik juga diklasifikasikan sebagai sangat terancam punah oleh The World Conservation Union (IUCN). Penyu hijau (Chelonia mydas), penyu lekang atau penyu abu-abu (Lepidochelys olivacea), dan penyu tempayan atau loggerhead (Caretta caretta) digolongkan sebagai terancam punah. Hanya penyu pipih (Natator depressus) yang diperkirakan tidak terancam.
Untuk itu panitia AYD atelah menyurati Balai Konservasi Perlindungan Satwa Langka, bahwa remaja gereja Kerasulan Baru yang sedang melaksanakan acara Asian Youth Day di Cibubur, mau berpartisipasi dalam membantu melepaskan hewan langka ini ke alam bebas. Dan selain itu panitia juga berusaha mencari informasi dimana pasar gelap yang menjual penyu langka.
Dan kami mendapatkan 40 ekor Penyu hijau (Chelonia mydas) yang dijual di pasar gelap. Kami membeli penyu ini dan berencana akan melepaskan 20 ekor Penyu Sisik (Eretmochelys imbricata) yang berhasil ditetaskan di tempat penangkaran di Pulau Pramuka.
65 orang peserta berangkat dari Cibubur jam 7.30 dengan 2 bus besar dan sampai di Marina jam 9.30. Disana sudah menunggu penanggung jawab acara ini yaitu Saudara Gathut, yang langsung membawa peserta ke kapal yang dapat memuat 200 orang.
Dari Marina panitia berencana akan membawa ke tempat plantation coral, di Pulau Semak Daun. Akan tetapi mengingat ombak yang besar, maka penangung jawab acara ini langsung membawa kita ke Pulau Pramuka, untuk pelepasan penyu lebih dahulu.
Setelah menempuh perjalanan 2.5 jam di laut maka peserta berkesempatan untuk melihat balai konservasi di Pulau Pramuka, dimana disini ditetaskan telur-telur dari Penyu sisik (Eretmochelys imbricata). Setelah mendapat penjelasan dari pemandu di balai konservasi ini maka peserta pergi ke pantai untuk melepaskan penyu bersama-sama. Ada perasaan sayang terhadap penyu-penyu ini, karena dari 1000 ekor penyu, yang akan kembali untuk bertelur disini hanya beberapa ekor. Banyak yang mati karena dimakan oleh predator.
Penanaman Terumbu Karang
Indonesia boleh dibilang sangat beruntung berada dalam posisi geografis yang menempatkannya pada pusat “Segitiga Terumbu Karang Dunia” yaitu wilayah dengan keaneka varietas karang dan biota laut yang paling banyak di dunia. Banyak terumbu karang ini yang telah rusak, akibat ulah para nelayan yang menggunakan bom di dalam menangkap ikan.
Panitia yang dipimpin oleh Priester Sinung, membawa peserta dari pelepasan tukik menuju selatan Pulau Pramuka, untuk menanam terumbu karang. Banyak peserta yang sebelumnya takut berenang di laut, setelah mencoba menggunakan peralatan untuk snorkeling, seperti pin , safety jacket, dan snorkel, akhirnya menjadi berani.
Salah satu peserta dari Jerman yaitu Anita Kreuzer, sangat menikmati melihat karang dibawah laut ini dan ia sangat menikmati semua program Asian Youth Day ini.
Salah seorang peserta dari Papua, Priester Frit menanam terumbu karang dengan tidak menggunakan peralatan selam sama sekali. Wah… seru banget acara ini!
Setelah makan siang di Pulau Pramuka maka peserta kembali ke kapal untuk menuju ke Marina Ancol, dan kemudian kembali ke bumi perkemahan Cibubur dengan menggunakan bus yang dengan setia menunggu. Peserta sampai di Cibubur jam 8.30 malam dan langsung bergabung dengan peserta lainnya yang sedang melakukan gladi bersih untuk acara besok.
Sementara itu di Sidang Jemaat Depok Rasul Kepala Wilhelm Leber sedang melayani anak-anak Allah yang ada di Distrik DKI Jakarta dalam Kebaktian Agung Umum yang dimulai pukul 18.00 .



